Categories
Berkebun

5 Manfaat Anak Diajari Bercocok Tanam Sejak Dini

5 Manfaat Anak Diajari Bercocok Tanam Sejak Dini

5 Manfaat Anak Diajari Bercocok Tanam Sejak Dini – Selama pandemi, banyak hobi yang sebelumnya nggak sempat dilakukan mulai dilirik kembali. Dari melukis, merajut sampai berkebun di halaman rumah.

Buat mama yang punya balita, hobi berkebun bisa menjadi sarana yang baik nih untuk mengembangkan kemampuan aplikasi idn poker versi terbaru si kecil. Nggak cuma itu, berkebun atau bercocok tanam sejak usia dini akan membantu mereka mengurangi risiko stres loh. Yuk simak ulasan berikut!

  • berkebun memberikan kesempatan pada anak untuk ke luar rumah dan bersenang-senang dengan tanaman dan berjemur di bawah matahari 

Bermain tanah, bermain air dan berjemur sinar matahari pagi akan memberikan dampak positif pada kesehatan si kecil. Ketimbang meringkuk di rumah terus dan hanya bermain gawai, aktivitas bermain sambil belajar di halaman rumah ini akan meningkatkan kesehatan si kecil, mulai dari meningkatkan sistem imun sampai membantu si kecil tercukupi kebutuhan terpapar sinar matahari dan udara pagi yang sejuk.

  •  Berkebun baik untuk perkembangan otot, kemampuan motorik halus dan koordinasi tubuh 

Meraup tanah, menyiram tanaman, menyemai benih sampai memetik buah dan sayuran dapat membantu perkembangan motorik halus si kecil lo, Moms. Ajak si kecil memilih tanaman yang dia ingin tanam, si kecil pasti dengan senang hati mau menanam tanamannya sendiri~

  • Berkebun dapat membuat si kecil lebih cerdas. Mengembangkan rasa ingin tahu dan belajar lebih banyak hal tentang hidup 

Menurut Dr. Deborah Zlotnik, psikolog dari Children’s National, ketika anak-anak dan remaja berada di luar, mereka bisa melatih semua indra yang mereka miliki. Mengeksplorasi tanaman dan sekitarnya dapat merangsang daya berpikir anak, membuat anak lebih banyak ingin tahu dan belajar banyak hal.

Maureen Healy, penulis The Emotionally Healthy Child dan pakar kesehatan emosi anak-anak di Growing Happy Kids mengungkapkan bahwa anak-anak yang belajar melakukan hal berulang kali seperti aktivitas menyiram taman akan mengembangkan jalur di otak mereka yang mengatakan, ‘saya bisa melakukan ini’ dan akan mendapatkan hasilnya.