Categories
Gardening

Pemimpin Yayasan Ubah Halaman Jadi Kebun Karena Sekolah Tutup

Pemimpin Yayasan Ubah Halaman Jadi Kebun Karena Sekolah Tutup

Pemimpin Yayasan Ubah Halaman Jadi Kebun Karena Sekolah Tutup – Kebun dalam pengertian di Indonesia adalah sebidang lahan, biasanya di tempat terbuka, yang mendapat perlakuan tertentu oleh manusia, khususnya sebagai tempat tumbuh tanaman.

Pengertian kebun bersifat umum karena lahan yang ditumbuhi tumbuhan secara liar juga dapat disebut kebun, asalkan berada di wilayah permukiman. Banyak orang yang menelurkan ide kreatif saat pandemik COVID-19.

Salah satunya adalah Hari Irawanto- Ketua Yayasan Harapanku- sebuah yayasan yang membawahi sekolah KB-RA Impianku di Tanjungsekar, Kota Malang. Hari mengubah halaman sekolah menjadi kebun sayur hidroponik. Aneka sayuran, mulai dari bayam, kangkung, hingga sawi tumbuh subur dan menghijau di halaman Ceme Deposit Pulsa 10rb tersebut.

1. Belajar secara autodidak
20210208152055 img 80642 8c806558fb682c07c26a5f0debcc8a09 645857158d2a17967efa2ec8737d5f66 - Pemimpin Yayasan Ubah Halaman Jadi Kebun Karena Sekolah Tutup

Hari sama sekali tak memiliki latar belakang pendidikan di bidang pertanian. Selama ini dirinya lebih sering berkecimpung di bidang teknologi informasi.

Tetapi, semuanya berubah ketika pandemik COVID-19 melanda. Sekolah tutup, pembelajaran pun dilakukan secara daring. Kondisi tersebut juga berdampak pada perekonomian para wali murid. Tak sedikit dari mereka yang kemudian kesulitan untuk membayar SPP.

Di sisi lain, sebagai pimpinan yayasan, Haru harus tetap membayar gaji guru. Dia lantas memutar otak dan menemukan ide brilian untuk menyulap halaman sekolah menjadi kebun sayur hidroponik. Dia pun mencari berbagai referensi soal bercocok tanam. Belajar secara autodidak.

2. Cukup membantu untuk menutup kebutuhan operasional sekolah
20210208151244 img 80552 8c806558fb682c07c26a5f0debcc8a09 7894d4afd1f23e2cacb390a9448860f8 - Pemimpin Yayasan Ubah Halaman Jadi Kebun Karena Sekolah Tutup

Sejauh ini, keberadaan kebun sayur hidroponik tersebut cukup membantu. Sekali panen, Hari mampu mendapatkan uang hingga Rp500 ribu. Rentang waktu panen bisa kisaran dua pekan sekali.

Hasil panen kebanyakan dijual kepada wali murid dan juga dibeli oleh pedagang sayur. Meskipun belum banyak, hasil kebun sayur hidroponik itu cukup bisa membantu menutup kebutuhan operasional sekolah. Terutama untuk membantu honor para guru.

3. Sayur hidroponik bebas pestisida dan lebih sehat
20210208150721 img 80362 8c806558fb682c07c26a5f0debcc8a09 f6e97ddafa0ae3d542117980d0704c10 - Pemimpin Yayasan Ubah Halaman Jadi Kebun Karena Sekolah Tutup

Hari menerangkan, menanam sayur secara hidroponik maupun konvensional sebenarnya tidak jauh berbeda. Waktu yang diperlukan untuk melalui proses mulai dari semai hingga panen juga relatif sama. Perbedaannya adalah pada hasil produk yang lebih sehat dan bebas pestisida.

Keunggulan hidroponik adalah bisa menekan biaya. Lalu konsep hidroponik juga tidak terpengaruh oleh cuaca. Panen juga bisa diatur dengan cara membuatkan tempat khusus untuk persemaian, peremajaan, dan produksi.

“Mungkin yang besar modal awalnya untuk membangun instalasi dan green house. Panen juga bisa dilakukan lebih sering dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama,” sambungnya.

4. Harga jual lebih mahal
20210208151529 img 80592 8c806558fb682c07c26a5f0debcc8a09 8601ae18a03268d5b979b4c9f3a38b8d - Pemimpin Yayasan Ubah Halaman Jadi Kebun Karena Sekolah Tutup

Untuk harga jual sendiri, menurut Hari, sayuran hidroponik memang sedikit lebih mahal. Satu pot kecil kangkung dijual dengan harga Rp1.000. Kalau bayam dijual dengan harga Rp2.500. Sayuran hidroponik sudah memiliki pasar tersendiri dan sangat diminati oleh masyarakat.

“Sekarang sudah banyak masyarakat yang mulai berpikir tentang kualitas. Terlebih sayuran hidroponik tidak menggunakan pestisida dan hanya menggunakan nutrisi AB mix, yakni unsur-unsur yang ada di tanah dimasukkan ke dalam kolam,” terang Hari.