Categories
Berkebun

Jenis Tanaman yang Cocok di Halaman Rumah

Jenis Tanaman yang Cocok di Halaman Rumah

Jenis Tanaman yang Cocok di Halaman Rumah – Tidak dapat dipungkiri kalau keindahan halaman rumah pasti punya banyak pengaruh terhadap kondisi kejiwaan dan tingkat stres penghuninya. Sama seperti pepatah “Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat”, maka halaman rumah yang indah juga menandakan penghuni rumah yang bahagia pula.

Siapa dari kamu yang suka gardening? Lebih dari sebagai hobi, ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari gardening, seperti mengurangi stres, memperindah dan membuat sejuk halaman rumah, hingga sebagai sumber penghasilan tambahan.

Gak harus di ladang atau sawah, kamu bisa memanfaatkan halaman rumahmu untuk menanam berbagai jenis tanaman. Buat kamu yang punya halaman rumah sempit, terutama di wilayah perkotaan, jangan khawatir karena kamu tetap bisa bercocok tanam dengan metode vertikultur, hidroponik, atau aeroponik.

Meskipun rumahmu berupa rumah sederhana yang tidak luas, ada baiknya kamu membuat taman kecil yang serba asri dan dipenuhi dengan warna-warni tumbuhan yang cantik.

Tanaman sayuran

Jenis tanaman sayuran juga bisa kamu pilih untuk ditanam di halaman rumah. Kamu bisa sekaligus memanen hasilnya dan bahkan bisa dijual ke orang lain kalau hasil panen tersebut melimpah.

Ada banyak pilihan jenis sayuran yang bisa kamu budidayakan dengan mudah. Pada iklim tropis, beberapa jenis sayuran tersebut misalnya kangkung, sawi, bayam, selada, pare, terong, kacang panjang, buncis, dan masih banyak lagi.

Sama seperti tanaman hias, tanaman sayuran bisa kamu tanam langsung di bedengan-bedengan tanah atau di pot. Buat kamu yang punya halaman rumah sempit di perkotaan, kamu bisa menanam berbagai tanaman sayuran dengan metode vertikultur, hidroponik, atau aeroponik.

Tanaman Buah

Tanaman buah juga bisa menjadi pilihan untuk kamu tanam di halaman rumah. Beberapa contoh tanaman buah yang sangat cocok ditanam pada iklim tropis yaitu mangga, rambutan, pepaya, jambu air, jambu biji, kelengkeng, jeruk, melon, semangka, stroberi, buah naga, pisang, anggur, dan masih banyak lagi.

Kalau kamu punya pekarangan rumah yang cukup luas, berbagai tanaman buah tersebut bisa kamu tanam langsung di tanah. Di pekarangan rumah yang lebih sempit, kamu tetap bisa menanamnya melalui metode tabulampot (tanaman buah dalam pot) menggunakan drum atau wadah tanam yang cukup besar. Untuk beberapa jenis tanaman buah yang gak memiliki kambium seperti stroberi, melon, dan semangka, kamu juga bisa menanamnya melalui metode vertikultur, hidroponik, atau aeroponik.

Tanaman obat

Tanaman obat atau sering disebut sebagai TOGA (tanaman obat dalam keluarga) juga bisa menjadi pilihan untuk ditanam di halaman rumah. Sesuai namanya, tanaman obat merupakan jenis tanaman yang bermanfaat sebagai obat-obatan herbal dan punya khasiat tertentu untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu. Beberapa jenis tanaman obat yang bisa kamu pilih misalnya jahe, kunyit, temulawak, lidah buaya, kumis kucing, kemangi, cocor bebek, pandan wangi, dan lain sebagainya.

Categories
Tanaman dan Bunga

7 Cara Menanam Anggrek | Media Tanam Dari Arang Kayu

7 Cara Menanam Anggrek | Media Tanam Dari Arang Kayu

7 Cara Menanam Anggrek | Media Tanam Dari Arang Kayu – Anggrek merupakan jenis tanaman yang cukup populer digunakan untuk menghias rumah agar tampak lebih menarik.

Sebenarnya, anggrek memiliki media tanam yang bermacam-macam, mulai dari sabut kelapa hingga akar pakis.

Namun, dari sekian banyak media tanam, arang kayu merupakan media tanam yang paling mudah diperoleh serta harganya murah.

Cara Menanam Anggrek dengan Media Arang Kayu

1. Menyiapkan Bibit

Berikut adalah kriteria bibit kompot yang harus dipenuhi sebelum membeli:

Mengenali asal-usul bibit
  • Kondisinya sehat dan tidak terpapar penyakit dan hama
  • Membeli di tempat tepercaya
  • Daun bibitnya berwarna hijau cerah
  • Daunnya lebar dan panjang
  • Akarnya tidak keluar dalam pot

2. Menyiapkan Bahan dan Alat

Berikut merupakan sejumlah hal yang wajib disiapkan:

  • Pot genteng
  • Pecahan batu bata
  • Arang kayu
  • Rumah jaring
  • Handsprayer
  • Pupuk growmore yang kaya akan Nitrogen tinggi
  • Insektisida dan fungisida
  • Bibit anggrek berkualitas

3. Proses Menanam (Aklimatisasi)

Proses pemindahan bibit ke dalam wadah pot disebut dengan istilah aklimitasi.

Hal tersebut dilakukan agar pertumbuhan anggrek lebih maksimal.

Tahapan aklimitasinya adalah sebagai berikut:

  • Isi pecahan batu bata steril ke dalam pot (mengisi 1/3 pot).
  • Masukkan arang kayu yang telah direbus dan dipecah ke dalam ukuran kecil sampai mengisi 2/3 sisa ruang di dalam pot.
  • Rendam bibit dengan larutan fungisida 2 g/l selama 15-20 menit dan biarkan sampai kering.
  • Tanam bit ke dalam pot dan pastikan akar tertanam dengan sempurna, yaitu posisi tegak lurus (lakukan di sore hari)
  • Masukkan pot itu ke dalam rumah jaring yang sudah disediakan dan susun dengan rapi.
  • Biarkan selama 3-5 hari dan jangan disiram.

4. Penyiraman

Setelah tanaman telah menginjak usia 5 hari, kamu bisa mulai melakukan penyiraman.

Pakai handsprayer untuk menyiram media tanam dan sesekali daunnya pada pagi dan sore hari.

5. Pemupukan

Semprotkan pupuk cair dengan kandungan nitrogen tinggi yang telah dilarutkan ke dalam air.

Pakailah pupuk daun bila penyemprotan langsung dilakukan ke daun tanaman.

Bila proses ini telah dilakukan, maka kamu tidak perlu lagi menyiramnya dengan air.

6. Pencegahan Hama dan Penyakit

Penyakit yang paling sering menyerang merupakan akar dan daun yang membusuk yang diakibatkan oleh kondisi cuaca yang lembap dan kadar air yang tinggi.

Hal ini bisa dihindari dengan cara menyemprotkan fungisida dan bakterisida untuk mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab kebusukan.

7. Bunga Anggrek Berbunga

Bunga anggrek akan berbunga setelah 1 tahun.

Pada tahap pertama, biasanya bunga yang dihasilkan sedikit.

Selain itu, setelah bunga mekar dengan sempurna, bunga anggrek akan gugur dan pada musim berikutnya kemudian menghasilkan bunga kembali.

Dengan perawatan yang intensif, tanaman ini bisa bertahan sampai 5 tahun dan sangat produktif dalam menghasilkan bunga.

Categories
Sayuran Tanaman

7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang

Sayuran dan Rempah –  Tren bercocok tanam di rumah menjadi salah satu hobi baru yang digemari selama #dirumahaja. Bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, hitung-hitung menanam sayuran, buah, hingga rempah bisa menjadi tambahan stok bahan makanan.

Bila sudah tumbuh subur, kamu bisa memanennya untuk dikonsumsi sebagai makanan atau bumbu masakan tambahan. Jadi lebih hemat, kan?

Sayangnya, bercocok tanam merupakan hal yang susah-susah gampang. Tak sedikit dari mereka yang mencoba kemudian menemui kegagalan di awal, dan berujung putus asa.

Tak perlu khawatir, buat kamu daftar s128 pulsa para petani pemula rumahan, cobalah menanam sederet sayuran atau rempah berikut. Selain lebih mudah ditanam, juga minim kegagalan. Yuk, langsung dicoba!

1. Daun bawang

1. Daun bawang - 7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Daun bawang merupakan tanaman yang paling cepat tumbuh kembali. Kamu juga enggak perlu repot-repot menyediakan media tanam khusus, cukup botol kaca dan air. Pastikan daun bawang yang hendak kamu tanam kembali masih memiliki akar dan sudah tumbuh tunas kecil. Jangan lupa untuk mengganti airnya setiap dua hingga tiga hari sekali supaya tidak membusuk.
Selain daun bawang, kamu juga bisa menggunakan cara ini untuk menumbuhkan kembali leek (sejenis daun bawang namun ukurannya lebih besar).

2. Selada

2. Selada - 7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Sama halnya dengan menanam daun bawang, siapkan gelas atau stoples kaca dan isi dengan 3/4 air. Kemudian, masukkan sisa potongan selada yang masih memiliki akar ke dalamnya. Bedanya, ketika daun mudanya mulai tumbuh kamu perlu memindahkannya ke media tanam baru yakni tanah.

3. Seledri

3. seledri - 7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Meski tampak mirip dengan daun bawang, tapi cara menanam seledri yang tepat persis seperti menumbuhkan kembali selada. Usai menguatkan akarnya dalam air dan gelas kaca, segera pindahkan ke tanah agar bisa tumbuh subur.

Baca juga: Makanan yang Dapat Menghancurkan Lemak di Tubuh

4. Daun ketumbar

4. ketumbar - 7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Nah, untuk daun ketumbar cara menanamnya cukup seperti menumbuhkan daun bawang. Kamu perlu memasukkan batang daun ketumbar yang masih memiliki akar dalam gelas kaca, lalu letakkan dekat jendela.
Supaya bisa tumbuh subur, sesekali letakkan di luar ruangan agar terkena sinar matahari pagi.

5. Serai

5. Sereh - 7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Buat kamu yang suka meminum teh serai, enggak perlu repot membelinya lagi, tanam saja sendiri di rumah. Caranya, pilih serai yang sudah mengeluarkan tunas atau daun muda baru. Lalu, letakkan dalam gelas kaca berisi air.
Memang ketika di tanam serai akar serai tak langsung terlihat seperti menanam seledri dan daun bawang. Dengan merendamnya dalam air, perlahan akar serai akan muncul. Jika sudah terlihat akarnya, segera pindahkan ke tanah, ya. Siramlah dua hari sekali agar serai segar dan tumbuh subur.

6. Sawi

6. sawi - 7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Kamu juga bisa menanam sawi hijau ataupun putih dengan bantuan air dan stoples bening. Caranya sama dengan ketika menanam selada. Ketika sudah muncul daun muda, pindahkan sayuran ini ke tanah. Jangan lupa untuk menyiramnya dua hari sekali agar sawi tetap segar.

7. Bawang-bawangan

7. bawang2an - 7 Sayuran dan Rempah yang Dapat Ditanam Ulang di Rumah

Terakhir, kamu bisa menanam bawang merah, ataupun putih sendiri di rumah. Caranya memang agak sedikit berbeda, potong setengah bagian bawang yang ujungnya agak lancip. Siapkan media tanam tanah, tancapkan setengah bagian bawang yang masih memiliki akar, lalu tutup kembali dengan tanah.
Siramlah dua hari sekali namun cukup hanya hingga tanahnya lembab saja. Pastikan juga kamu menyimpannya di area luar yang sejuk; jangan yang terlalu terkena matahari langsung.

Sumber: Kumparan.com