Categories
Uncategorized

5 Ciri Orangtua Milenial, Salah Satunya Berbagi Tugas Rumah Tangga!

5 Ciri Orangtua Milenial, Salah Satunya Berbagi Tugas Rumah Tangga!

Dengan semakin berkembangnya pendidikan dan mudahnya akses informasi seperti sekarang, mau tak mau, hal itu memengaruhi budaya serta gaya hidup sehari-hari. Termasuk bagaimana para generasi milenial menjalankan perannya sebagai orangtua.

Di lansir dari taupier.net, berikut ini akan di bahas mengenai ciri-ciri orangtua generasi milenial. Coba deh, di cek apakah kamu dan pasangan sudah menerapkan?

1. Berbagi tugas rumah tangga

Di kutip dari Club388 Indonesia, jika orangtua generasi terdahulu dalam menjalankan peran suami istri lebih menerapkan budaya patriarki, di mana peran suami sangat mendominasi, hal itu terlihat berbeda di generasi milenial. Sudah banyak yang sadar, bahwa namanya rumah tangga itu di jalankan sebagai satu tim. Sehingga, tak ada yang namanya mengandalkan salah satu pihak saja, misalnya hanya istri saja yang melakukan tugas domestik.

Kini, para lelaki pun tak malu untuk turun tangan melakukan tugas-tugas rumah tangga, seperti menyapu, mengepel, hingga memandikan bayi. Rumah tanggamu sudah menjalankan ini?

2. Lebih open minded

Kalau dulu, tugas domestik selalu di tangani anak perempuan, kini tak lagi. Saat ini, para orangtua milenial lebih open minded. Mereka mendidik putra putrinya, untuk bisa melakukan tugas apa pun, dan saling membantu sama lain. Sudah bukan zamannya lagi, tugas masak dan cuci piring di limpahkan ke anak perempuan. Anak lelaki pun harus di libatkan, supaya ketika ia dewasa, jadi gak anti atau malu melakukan hal itu.

3. Pola asuh berdasarkan ilmu parenting

Segala sesuatu, hasilnya akan lebih baik jika di lakukan berdasarkan ilmu. Termasuk juga dalam pengasuhan anak. Meski orangtua dulu sudah melakukan usaha yang terbaik untuk menjalankan perannya sebagai orangtua, tapi tak bisa di mungkiri, ada banyak praktik pengasuhan anak yang ternyata ketika di teliti, ternyata kurang tepat.

Misalnya saja, dulu melihat anak di bentak-bentak orangtua adalah hal biasa dan di maklumi. Tapi ternyata, cara pengasuhan seperti itu justru berbahaya bagi perkembangan psikologis anak.

Dan bersyukurnya, orangtua milenial saat ini lebih melek ilmu parenting, karena aksesnya lebih mudah. Sehingga pengasuhan anak pun jadi tidak sembarangan dan dapat di lakukan dengan benar.

4. Lebih ekspresif dalam mengungkapkan rasa sayang

Orangtua milenial, tak merasa sungkan untuk bisa mengekspresikan dengan bebas rasa sayang dan cinta kasih mereka pada anak-anaknya. Mulai dari sering memeluk anak, mencium mereka, mengucapkan terima kasih, dan sebagainya.

Dan dampaknya pun positif. Anak jadi tumbuh menjadi lebih bahagia, mampu mengungkapkan emosinya dengan lebih terbuka, dan pastinya jadi lebih empati.

5. Tingkat literasi yang lebih tinggi

Hal ini berkaitan dengan pemahaman ilmu parenting yang baik dari orangtua generasi milenial, sehingga mereka sadar bahwa anak, harusnya sudah di kenalkan dengan asyiknya aktivitas membaca sedini mungkin.

Dan ini pula yang membuat kita melihat para buah hati dari orangtua milenial, memiliki literasi tinggi. Tentunya, ini balik kepada orangtuanya juga. Kalau orangtuanya juga senang membaca, dan sering membacakan buku pada anak-anaknya, maka anak pun akan mencontoh.

Uraian tadi bukan berarti pengasuhan generasi terdahulu benar-benar buruk. Ingat, lho setiap orangtua akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.

Penjabaran ini hanya di maksudkan sebagai bahan koreksi sekaligus pembelajaran bersama, supaya kita semua bisa jadi orangtua yang baik, dan memiliki cara yang tepat dalam pengasuhan anak.

Categories
Uncategorized

4 Etika Resign dari Tempat Kerja, Jangan Main Kabur Aja!

4 Etika Resign dari Tempat Kerja, Jangan Main Kabur Aja!

jangan sesuka hati perhatikan 7 etika resign dari kantor q0QzZkYmGH - 4 Etika Resign dari Tempat Kerja, Jangan Main Kabur Aja!

Gak cocok dengan pekerjaan, atasan, teman kerja, atau karena ingin mencoba pekerjaan lain, apapun alasannya, berhenti dari tempat kerja nyatanya tetap memerlukan etika yang baik. Meski berniat untuk keluar dari pekerjaan tersebut, bukan berarti kita bisa bertindak sesuka hati dan merasa gak masalah jika harus meninggalkan kesan yang gak menyenangkan.

Pasalnya, kita gak tau dengan jelas apakah di masa depan kita akan memerlukan bantuan orang-orang di tempat kerja tersebut lagi atau gak. Bayangkan bagaimana jadinya jika kita malah meninggalkan kesan gak menyenangkan yang membuat orang-orang merasa gak ingin berurusan dengan kita lagi. Nah di kutip dari laman taupier.net, biar gak begini, yuk kita terapkan lima etika saat resign dari tempat kerja berikut.

1. Carilah waktu yang tepat dan usahakan untuk membicarakannya satu bulan sebelum kamu resign

Di kutip dari laman Club388 Indonesia, jika memang sudah di rencanakan jauh-jauh hari, usahakan untuk mencari waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan atasan. Jangan mengambil waktu di mana sedang banyak masalah di kantor, atau saat atasan sedang punya banyak urusan.

Selain itu, usahakan juga untuk memberi tahu atasanmu soal hal ini kira-kira satu bulan sebelumnya. Agar, kamu gak terkesan sedang berusaha kabur. Di samping itu, kamu juga jadi punya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada.

2. Hindari perselisihan dengan rekan kerja

Memang, gak semua pekerjaan itu menjanjikan kita mendapat rekan kerja yang menyenangkan. Sebaliknya, justru di tempat kerja lah kita seringkali bertemu dengan karakter orang yang beragam dan beberapa dari mereka memang menyebalkan. Namun, jangan mentang-mentang kamu mau resign, kemudian kamu malah bersikap gak sopan dan memancing perselisihan.

Tetaplah pertahankan sikap bersahabat dan gak perlu memancing perseteruan yang gak penting meski kamu gak menyukai beberapa rekan kerja tersebut. Setuju?

3. Berikan alasan yang baik kepada atasan

Apapun alasanmu yang sebenarnya yang menyebabkan kamu ingin resign, tetaplah berikan alasan yang baik kepada atasan. Carilah alasan yang paling bisa di terima dan gak di buat-buat. Meskipun kamu mungkin punya alasan lain seperti sudah gak betah dengan peraturannya, atau alasan lain yang gak menyenangkan, simpanlah rapat-rapat alasan itu untuk dirimu sendiri.

4. Tetap jaga hubungan baik dengan siapapun di tempat kerja tersebut

Penting banget untuk di ingat nih bagi kamu yang ingin resign. Tetaplah menjaga hubungan baik dengan siapapun di tempat kerja tersebut meskipun mungkin kamu nantinya gak akan berurusan lagi dengan mereka. Sebab kita gak tau pasti apa yang akan terjadi di masa depan.

Lagipula, relasi itu ibarat sebuah investasi yang harus kita jaga terus, karena kita gak tau kapan akan memerlukan bantuan mereka. Jangan sampai kita merugikan diri sendiri dengan memancing permusuhan sama orang lain, ya.

Categories
Uncategorized

5 Prinsip yang Perlu Di Pegang jika Ingin Sukses di Usia Muda

5 Prinsip yang Perlu Di Pegang jika Ingin Sukses di Usia Muda

Kalau bicara soal kesuksesan, siapa orang yang tidak mau sukses? Semua orang pasti mau, terlebih lagi jika bisa menggapai kesuksesan di usia muda. Karena pada dasarnya kesuksesan tidak hanya di peruntukan untuk orang tua atau yang berusia matang saja, tapi yang masih muda pun juga bisa sukses.

Namun tentunya kalau mau sukses harus benar-benar berusaha dan di barengi dengan prinsip diri yang bagus, seperti yang ada di bawah ini misalnya. Di lansir dari taupier.net, sukses di usia muda bukan hal mustahil kalau kamu berpegang pada lima prinsip ini!

1. Mengembangkan diri semaksimal mungkin pada masa keemasan

Di kutip dari Agen Club38, jika kamu ingin sukses di usia muda maka sangat penting bagimu untuk menanamkan prinsip untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin pada masa keemasan. Seperti masa remaja atau pada awal usia dua puluhan yang merupakan masa emas bagi seseorang untuk mengembangkan dirinya, kamu harus bena-benar fokus pada masa itu agar bisa cepat sukses. Karena kesuksesanmu akan tertunda jika banyak menyia-nyiakan waktu.

2. Kerja di siplin, anti malas-malasan!

Mungkin belum banyak yang menyadarinya bahwa kalau mau sukses di usia muda gak cukup jika hanya bermodalkan skill dan dedikasi saja, namun juga harus di tambah dengan kedisiplinan. Karena tanpa adanya prinsip untuk kerja di siplin maka kariermu pun bisa menjadi berantakan.

3. Tidak menunda-nunda apa yang bisa di kerjakan

Ketiga, kalau mau sukses di usia muda maka sangat penting bagimu untuk berpegang pada prinsip tidak menunda-nunda apa yang bisa di kerjakan. Kerjakanlah pekerjaan yang bisa di selesaikan hari ini, berhenti menunda pekerjaanmu hingga mencapai batas deadline, pokoknya kerjakan secepat dan seefisien mungkin!

4. Bijak mengatur finansial sejak menerima gaji pertama

Karena bijak atau tidaknya seseorang dalam mengatur uang juga berpengaruh pada kesuksesannya, lho. Jadi ingat saja untuk gak boleh boros, apalagi hidup serba mewah dan berfoya-foya seperti kebanyakan anak muda menikmati hidupnya. Tegaslah dalam mengatur keuanganmu!

5. Siap bersaing di tempat kerja

Bagi dirimu yang masih muda dan ingin cepat sukses, berpeganglah pada prinsip untuk berani bersaing di tempat kerja. Tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan kuat menghadapi tantangan, intinya kamu tidak takut untuk berjuang dan bekerja keras. Sebab kesuksesan tak akan datang dengan sendirinya dan kamulah yang harus mengusahakannya.