Categories
Tanaman dan Bunga

7 Cara Menanam Anggrek | Media Tanam Dari Arang Kayu

7 Cara Menanam Anggrek | Media Tanam Dari Arang Kayu

7 Cara Menanam Anggrek | Media Tanam Dari Arang Kayu – Anggrek merupakan jenis tanaman yang cukup populer digunakan untuk menghias rumah agar tampak lebih menarik.

Sebenarnya, anggrek memiliki media tanam yang bermacam-macam, mulai dari sabut kelapa hingga akar pakis.

Namun, dari sekian banyak media tanam, arang kayu merupakan media tanam yang paling mudah diperoleh serta harganya murah.

Cara Menanam Anggrek dengan Media Arang Kayu

1. Menyiapkan Bibit

Berikut adalah kriteria bibit kompot yang harus dipenuhi sebelum membeli:

Mengenali asal-usul bibit
  • Kondisinya sehat dan tidak terpapar penyakit dan hama
  • Membeli di tempat tepercaya
  • Daun bibitnya berwarna hijau cerah
  • Daunnya lebar dan panjang
  • Akarnya tidak keluar dalam pot

2. Menyiapkan Bahan dan Alat

Berikut merupakan sejumlah hal yang wajib disiapkan:

  • Pot genteng
  • Pecahan batu bata
  • Arang kayu
  • Rumah jaring
  • Handsprayer
  • Pupuk growmore yang kaya akan Nitrogen tinggi
  • Insektisida dan fungisida
  • Bibit anggrek berkualitas

3. Proses Menanam (Aklimatisasi)

Proses pemindahan bibit ke dalam wadah pot disebut dengan istilah aklimitasi.

Hal tersebut dilakukan agar pertumbuhan anggrek lebih maksimal.

Tahapan aklimitasinya adalah sebagai berikut:

  • Isi pecahan batu bata steril ke dalam pot (mengisi 1/3 pot).
  • Masukkan arang kayu yang telah direbus dan dipecah ke dalam ukuran kecil sampai mengisi 2/3 sisa ruang di dalam pot.
  • Rendam bibit dengan larutan fungisida 2 g/l selama 15-20 menit dan biarkan sampai kering.
  • Tanam bit ke dalam pot dan pastikan akar tertanam dengan sempurna, yaitu posisi tegak lurus (lakukan di sore hari)
  • Masukkan pot itu ke dalam rumah jaring yang sudah disediakan dan susun dengan rapi.
  • Biarkan selama 3-5 hari dan jangan disiram.

4. Penyiraman

Setelah tanaman telah menginjak usia 5 hari, kamu bisa mulai melakukan penyiraman.

Pakai handsprayer untuk menyiram media tanam dan sesekali daunnya pada pagi dan sore hari.

5. Pemupukan

Semprotkan pupuk cair dengan kandungan nitrogen tinggi yang telah dilarutkan ke dalam air.

Pakailah pupuk daun bila penyemprotan langsung dilakukan ke daun tanaman.

Bila proses ini telah dilakukan, maka kamu tidak perlu lagi menyiramnya dengan air.

6. Pencegahan Hama dan Penyakit

Penyakit yang paling sering menyerang merupakan akar dan daun yang membusuk yang diakibatkan oleh kondisi cuaca yang lembap dan kadar air yang tinggi.

Hal ini bisa dihindari dengan cara menyemprotkan fungisida dan bakterisida untuk mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab kebusukan.

7. Bunga Anggrek Berbunga

Bunga anggrek akan berbunga setelah 1 tahun.

Pada tahap pertama, biasanya bunga yang dihasilkan sedikit.

Selain itu, setelah bunga mekar dengan sempurna, bunga anggrek akan gugur dan pada musim berikutnya kemudian menghasilkan bunga kembali.

Dengan perawatan yang intensif, tanaman ini bisa bertahan sampai 5 tahun dan sangat produktif dalam menghasilkan bunga.