Categories
Uncategorized

Makanan yang Harus Di Hindari Para Penderita GERD, Perlu Tahu!

Makanan yang Harus Di Hindari Para Penderita GERD, Perlu Tahu!

Di lansir dari taupier.net, GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan penyakit asam lambung yang di sebabkan oleh melemahnya katup pada kerongkongan bagian bawah. Penderitanya biasanya akan merasa terbakar di bagian kerongkongan atau dada, batuk kering, sulit menelan, mual, muntah, dan lain-lain.

Di kutip dari Agen Club38, agar sakit yang di derita tidak kambuh atau tidak bertambah parah, penderita GERD perlu menghindari makanan berikut ini!

1. Makanan gorengan dan fast food

Gorengan dan fast food bisa jadi enak di lidah, namun sayangnya kurang baik bagi kesehatan. Penderita GERD sebaiknya menghindari makanan ini karena bisa meningkatkan gejala.

Penelitian lebih lanjut perlu di lakukan untuk mengetahui sebenarnya apa yang menyebabkan makanan ini menimbulkan gejala. Ada baiknya memilih makanan berserat dan makanan yang di masak dengan cara lebih sehat seperti di kukus.

2. Daging berlemak

Makanan seperti bacon, sosis, dan daging olahan lainnya menjadi salah satu pemicu gejala GERD. Makanan yang kaya dengan lemak jenuh di kenal sebagai penyebab GERD. Ini dapat menurunkan ketegangan di bagian kerongkongan sehingga bisa gagal menutup, akibatnya asam dapat mengalir ke atas.

Makanan yang berlemak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari perut. Sebagai gantinya, ada baiknya memilih makanan dengan lemak tak jenuh atau ikan.

3. Makanan pedas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan sakit perut dan gejala terbakar. Namun salah satu studi terpercaya juga menunjukkan bahwa paparan capsaicin secara teratur malah tidak menimbulkan ketidaknyamanan daripada paparan sesekali. Ada baiknya memperhatikan toleransi tubuh jika memakan makanan pedas apalagi jika menderita GERD.

4. Buah dan sayuran tertentu

Buah dan sayuran merupakan makanan yang cukup penting untuk menunjang kebutuhan tubuh. Namun, ada beberapa buah dan sayur yang ternyata kurang baik bagi penderita GERD.

Buah dan sayur yang perlu di hindari oleh penderita GERD antara lain nanas, jeruk, lemon, tomat, bawang putih, dan bawang bombay. Jika masih ragu, ada baiknya melakukan konsultasi pada dokter tentang buah dan sayur apa yang sebaiknya di makan.

Categories
Gardening

Menanam Ulang Sayuran Tanpa Benih

Menanam Tanpa Benih, Sayuran Ini Bisa Ditanam Ulang

Menanam Ulang Sayuran Tanpa Benih – Apa yang biasa kamu lakukan dengan sisa sayuran setelah memasak? Kamu buang begitu saja? Wah sayang sekali. Beberapa sisa sayuran itu bisa ditanam kembali lho. Dan nantinya tumbuh hingga bisa kamu panen lagi hasilnya.

Mengonsumsi makanan dari kebun sendiri akan selalu terasa spesial karena diri sendiri berhasil Daftar IDN Poker menumbuhkan makanan yang akan dimakan. Selain memberikan efek bahagia, menghasilkan makanan dari kebun sendiri juga akan menghemat pengeluaran bulanan.

Apalagi ada beberapa jenis tanaman yang bisa kamu tanam dari sisa potongan sayur yang tidak terpakai. Jadi sayuran tersebut bisa ditanam ulang jika bagian sisanya sudah tidak dibutuhkan.

Menanam ulang sayuran wortel di media tanam air

Bagian ujung atas wortel biasanya sering dibuang karena warnanya yang hitam. Tapi, jangan membuang bagian ujung atas wortel karena masih bisa ditanam ulang di rumah.

Caranya, bagian ujung atas wortel diletakkan di atas air. Lalu, biarkan selama 5 hari hingga tunas muncul sedikit. Apabila tunas sudah terlihat, kamu bisa memindahkannya ke pot yang sudah diberi media tanam tanah. Dalam waktu 1-2 bukan berikutnya sudah bisa memanen tanaman wortel ini.

Sawi dan pokcoy lebih cepat tumbuh jika ditanam di tanah

Kali ini giliran sayuran hijau yang bisa ditanam ulang di rumah, sawi dan pokcoy. Dua jenis sayuran serupa ini sangat mudah ditumbuhkan kembali. Bagian bonggol sawi dan pokcoy sering kali dibuang karena teksturnya keras dan sulit untuk diolah.

Tapi kini kamu bisa memanfaatkannya dengan menanam ulang bagian bonggol sawi dan pokcoy. Letakkan ujung sayuran ini ke dalam wadah yang sudah diberi air. Ganti air di dalam wadah 2 hari sekali. Namun, jika kamu menanamnya langsung ke media tanam tanah, pada umumnya akan lebih cepat tumbuhnya.

Sayuran Tersebut Bisa ditanam Ulang Jika Bagian Sisanya Sudah Tidak dibutuhkan

Daun bawang sangat mudah tumbuh dan bisa segera digunakan

Potongan sisa daun bawang bisa ditanam ulang kembali. Bagian yang dekat akar biasanya tidak digunakan untuk memasak sehingga sering berakhir di tempat sampah. Tapi bagian dekat akar ini bisa ditanam ulang agar tumbuh daun baru yang bisa dipakai untuk memasak kembali.

Sisakan sekitar 2 cm bagian bawah daun bawang. Lalu, tancapkan ke tanah dan sirami setiap hari. Dalam waktu seminggu, kamu sudah bisa panen, lho.

Bagian bawah serai yang keras bisa tumbuh kembali

Bagian bawah serai yang keras ternyata juga bisa ditanam ulang untuk menumbuhkan batang serai yang baru. Letakkan batang serai ke dalam wadah yang sudah diisi air.

Tunggu sekitar 3 minggu hingga akar keluar dari bagian bawah serai. Setelah akar keluar, kamu bisa memindahkannya ke media tanam tanah dan letakkan di bagian yang memungkinkan terkena sinar matahari langsung.

Jahe butuh satu tahun untuk bisa dipanen

Sering kamu lihat persediaan jahe di rumah mengeluarkan tunas. Nah, jahe yang sudah mengeluarkan tunas ini bisa ditanam ulang. Letakkan jahe di media tanam tanah yang sudah dilubangi.

Bagian yang sudah bertunas harus berada di bagian atas. Tutup jahe dengan tanah dengan membiarkan bagian tunas tetap terlihat. Di antara beberapa jenis tanaman di atas, jahe yang paling lama proses pertumbuhannya.

Menanam beberapa bagian sayuran yang tak terpakai merupakan cara untuk memperpanjang usia makanan. Hal ini akan bermanfaat untuk kebutuhan dapur jika sewaktu-waktu membutuhkannya. kamu tidak perlu pergi ke tukang sayur karena sudah memiliki persediaannya dari kebun.