Categories
Gardening

Self Watering Unpad, Solusi Berkebun Hidroponik Tanpa Listrik

Self Watering Unpad, Solusi Berkebun Hidroponik Tanpa Listrik

Self Watering Unpad, Solusi Berkebun Hidroponik Tanpa Listrik – Tim mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) mendesain dan memasarkan teknologi pertanian hidroponik tanpa listrik. Irigasi dan sirkulasi nutrisi untuk tanamannya mengandalkan gravitasi dan Hukum Archimedes, tak perlu listrik.

Sistem teknologi yang dinamakan Smart Watering ini diusung tim terdiri dari Diki Abdulah, Chaerul Amin, Shilvya Dewi Agustien, Annisa Nurdiah, dan Salma Waffiyah. Mereka mengerjakannya sejak Maret lalu di bawah bimbingan Sophia Dwiratna Nur Perwitasari dan menggunakan dana hibah universitas untuk pra-startup dan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia.

Produk aplikasi idn poker versi terbaru ini merupakan hasil hilirisasi Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi 2018-2019 yang diketuai oleh Sophia. Pada tahun 2020, smart watering diusulkan dalam kompetisi bisnis yang difasilitasi oleh Hibah Inovasi Pre-Startup Mahasiswa Unpad (HIPSMU).

Diki menjelaskan, penggunaan listrik terutama untuk pengelolaan air dalam hidroponik cukup tinggi. Untuk itulah smart watering hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Dengan produk kami, memanfaatkan gaya gravitasi, prinsip Archimedes, dan kapilaritas itu ternyata hasilnya sama bagusnya dengan sistem yang memakai energi listrik untuk irigasinya,” tutur Diki dikutip dari laman Unpad, Minggu (8/11/2020).

Smart watering, kata dia, dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman dan metode hidroponik, seperti substrat dan kultur air. Selain hemat listrik, penggunaan smart watering juga diyakini dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air dan nutrisi.

“Self watering system yang kita aplikasikan itu 100 persen air dan nutrisi akan diserap oleh tumbuhan. Kita meminimalisasi proses penguapan dari media tanamnya,” papar Diki.

Komponen yang Digunakan

Komponen yang digunakan meliputi tandon, wadah (bucket), katup (valve), dan saluran irigasi. Dalam penggunaannya, terlebih dahulu tandon diisi air dan nutrisi. Setelah dibuka keran, air dan nutrisi akan masuk ke setiap katup yang ada di wadah. Katup itulah yang akan mengatur pemberian irigasinya.

Prinsip Diki dan tim adalah ‘Bertani Tanpa Ribet’, sehingga mereka berupaya menciptakan produk yang mudah digunakan dengan hasil yang optimal. Satu instalasi smart watering sendiri berukuran sekitar 150×60 sentimeter. Diperkirakan satu instalasi smart watering dapat digunakan untuk 70 lubang tanaman sayur daun dan 10 tanaman sayuran buah.

Dengan produk tersebut, Diki dan tim berharap masyarakat, terutama yang tinggal di perkotaan akan dengan mudah bercocok tanam di pekarangan rumahnya masing-masing. Diharapkan pula, produk mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

“Besar harapan kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan melalui produk ini. Karena kami juga akan memproduksi ke skala yang lebih besar,” ucap Diki.