Categories
Kesehatan

Obat Malaria Tak Ampuh Cegah Covid-19

Obat Malaria Tak Ampuh Cegah Covid-19

Obat Malaria Tak Ampuh Cegah Covid-19 – Hydroxychloroquine disebut tak efektif untuk mencegah infeksi virus corona (Covid-19). Penelitian teranyar menemukan, pemberian hydroxychloroquine pada orang yang baru saja terpapar virus SARS-CoV-2 tak efektif mencegah infeksi.

“Uji coba ini menemukan hydroxychloroquine Joker123 Casino Online tak ampuh mencegah Covid-19 setelah berkontak dekat dengan pasien positif,” tulis para peneliti dalam hasil studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Menurutnya, uji coba Hydroxychloroquine sempat dilakukan oleh petugas medis kepada pasien muda. Wiku menuturkan perkembangan terkait uji klinis obat tersebut akan disampaikan lagi oleh WHO dalam waktu dua pekan ke depan.

WHO diketahui menghentikan sementara uji klinis Hydroxychloroquine atau Chloroquine untuk mengobati pasien Corona setelah ada penelitian dari jurnal medis The Lancet yang menunjukkan obat malaria itu dapat meningkatkan risiko kematian pasien Corona.

“Selama ini diberikan untuk kelompok usia muda yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan. Saat ini tim medis menggunakan protokol pengujian yang sesuai dan memonitor dengan cermat,” katanya.

Pemerintah mengaku mematuhi instruksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghentikan sementara uji klinis Hydroxychloroquine atau obat malaria terhadap pasien Virus Corona.

“WHO sudah mengumumkan penghentian sementara uji coba hydroxychloroquine. Indonesia akan mengikuti instruksi WHO tersebut,” ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers, Kamis.

Dia mengatakan Indonesia termasuk negara yang mengikuti program ‘Solidarity Trial’ di bawah WHO untuk melakukan uji klinis terhadap empat obat Corona, yakni Remdesivir, Aluvia, Plus-interferon, termasuk Hydroxychloroquine.

Pemerintah mengaku mematuhi instruksi Organisasi Kesehatan Dunia

Para peneliti kemudian melihat perkembangan virus pada peserta. Peneliti mencoba menghitung berapa pasien yang terkonfirmasi mengembangkan Covid-19 selama dua pekan ke depan setelah pemberian obat dengan tes laboratorium atau gejala-gejala klinis.

Hasil penelitian menemukan, sebanyak 49 dari 414 peserta yang mendapatkan hydroxychloroquine terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara dari kelompok plasebo, terdapat 58 dari 407 peserta yang terkonfirmasi positif.

Uji klinis yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Minnesota ini dilakukan terhadap 821 peserta dari Amerika Serikat dan Kanada pada Maret 2020 lalu. “Sampai sekarang lebih dari 30 negara terlibat, termasuk Indonesia untuk menguji empat jenis obat itu,” ucap Wiku.

Angka di atas berarti sama dengan 11,83 persen dari kelompok hydroxychloroquine dan 14,25 persen dari kelompok plasebo yang terkonfirmasi positif. Dalam uji coba, semua peserta secara acak diberikan hydroxychloroquine atau plasebo dalam waktu empat hari.

Perbedaan tipis sebesar 2,4 persen dianggap tak mendukung kemampuan obat untuk mencegah infeksi. Tak ada reaksi atau efek samping serius yang dilaporkan.

Sebagaimana diketahui, hydroxychloroquine dipuji-puji oleh Presiden AS Donald Trump. Trump menggunakan hydroxychloroquine sebagai obat profilaksis atau pencegah infeksi SARS-CoV-2.

Sebelumnya, pada Rabu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa uji coba klinis hydroxychloroquine akan kembali dilanjutkan setelah sebelumnya ditunda sementara karena hasil publikasi The Lancet yang menyebutkan bahwa obat dapat meningkatkan risiko kematian di antara pasien Covid-19.

Para peserta dilaporkan telah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 selama lebih dari 10 menit pada jarak dua meter atau kurang. Rata-rata kontak dilakukan tiga hari sebelum uji coba dilakukan. Mayoritas peserta dianggap berisiko tinggi tertular Covid-19.

Categories
Kesehatan

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Dalam Tubuh?

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Dalam Tubuh?

Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Dalam Tubuh? – The COVID-19 wabah masih terkendala oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Tidak hanya di udara, virus ini dikenal untuk bertahan hidup selama berjam-jam pada berbagai permukaan sering kita sentuh.

Namun, berapa lama virus dapat bertahan hidup dalam tubuh orang yang terinfeksi?

Para peneliti kemudian menentukan jumlah waktu yang diperlukan ketika tetap berlangsung virus dalam tubuh orang yang terinfeksi. peneliti Cina mempelajari data dari 191 pasien dengan Corona, termasuk 54 pasien yang dirawat di rumah sakit meninggal di Jinyintan dan Rumah Sakit Paru Wuhan.

Akibatnya, mereka menyimpulkan bahwa virus RNA dapat bertahan hidup dalam tubuh manusia yang terinfeksi dalam waktu rata-rata 20 hari. Namun, virus ini juga dapat bertahan hingga 37 hari atau sekitar 5 minggu Download Joker123 Apk.

“Dalam studi ini, kami menemukan bahwa SARS-CoV RNA-2 terdeteksi dapat bertahan dalam waktu rata-rata 20 hari,” tulis studi yang dikutip Fox News, Jumat (2020/05/06).

Mereka juga memiliki perbandingan untuk mendeteksi sampel viral load pernapasan, sekitar sepertiga dari pasien selama 4 minggu setelah presentasi kanker. Perbandingan ini adalah dari sekitar sepertiga dari pasien selama wabah SARS di tahun 2000-an dan terinfeksi Mers.

Hasilnya, ditemukan durasi deteksi sampel Mers-CoV RNA menurunkan pernapasan bertahan dalam tubuh. Virus ini dapat bertahan selama setidaknya 3 minggu.

Di Indonesia, jumlah kasus propagasi virus corona COVID-19 terus meningkat. Dari Kamis (2020/04/06), tingkat infeksi COVID-19 meningkat 585 dan total 28.818 kasus.

Dalam akun Twitter resminya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tiga provinsi di Indonesia bahwa infeksi tingkat virus Corona tetap tinggi. yaitu provinsi, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan selatan.

“Ada tiga provinsi di mana Covid-19 spread tetap tinggi, yaitu, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan,” tulisnya dalam sebuah posting di Twitter yang dilihat oleh AFP, Kamis (04/06 / 2020).

Categories
Inovasi dan Teknologi

Keputusan Anies Perpanjang PSBB DKI

Ahli Epidemiologi Respons Keputusan Anies Perpanjang PSBB DKI

Ahli Epidemiologi Respons Keputusan Anies Perpanjang PSBB DKI – Ahli Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman menanggapi keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperpanjang penerapan Pembatasan Sektor Berskala Besar (PSBB) fase ketiga yang seharusnya berakhir pada 4 Juni.

Dicky menyarankan agar Anies tetap melakukan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan pada masyarakat. Edukasi dan sosialisasi bisa melibatkan semua pihak yang dapat membantu.

Kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penularan Covid-19 sangat penting untuk melandaikan kurva penyebaran Covid-19. Dicky mengatakan peningkatan edukasi dan sosialisasi bisa membuat masyarakat telah menyadari peran dalam pencegahan penularan saat PSBB semakin dilonggarkan.

Selain itu, Dicky mengatakan pemerintah juga harus terus mengencangkan cakupan tes, tracing dan isolasi sebagai strategis mengendalikan suatu pandemi.

“Edukasi dan sosialisasi harus ditingkatkan supaya masyarakat semakin sadar dan paham peran penting yang harus mereka lakukan dalam pencegahan. Kontribusi mereka sangat tinggi untuk melandaikan kurva, sekitar 80 persen,” ujar Dicky.

Dicky menyarankan agar pelonggaran PSBB bisa dilakukan dengan melihat tingkat keparahan Covid-19. Ia mengatakan lokasi yang masuk zona terkendali atau hijau bisa mendapatkan kelonggaran yang lebih besar.

“Tapi pada zona atau daerah pada kategori berbahaya atau memang data Epidemiolog belum mendukung, pelonggaran di masyarakat harus tidak selonggar di zona hijau,” tutur Dicky.

Anies kemudian memutuskan bulan Juni akan menjadi fase transisi menuju berakhirnya PSBB. Dicky mengatakan masa transisi memang dibutuhkan sebagai bentuk pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan.

Jadi ada fungsi monitoring evaluasi dengan cara pelonggaran

“Saya setuju dengan strategi yang dipilih DKI. Pelonggaran PSBB dilakukan bertahap dengan terus memantau dampak. Pelonggaran idealnya juga dilakukan secara bertahap,” kata Dicky saat dihubungi Poker Deposit Pulsa, Kamis.

Dicky mengatakan PSBB Jakarta yang dilakukan sejak 10 April lalu telah berjalan baik dan efektif menekan angka penyebaran Covid-19. Dicky mengatakan angka reproduksi efektif (Rt) menurun dari angka 4 di awal pandemi, menjadi angka 1.

Akan tetapi, patut diingat keberhasilan ini tidak bisa bertahan lama apabila masyarakat tidak memiliki kesadaran dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Beberapa lokasi sudah di bawah 1 sedikit di 0,9 sekian. Jadi relatif berhasil. Tapi ini tidak bertahan lama kalau masyarakat tidak memiliki budaya baru new normal yang dukung pencegahan,” kata Dicky.

Dicky mengatakan angka Rt tersebut menurun karena cakupan tes Covid-19 DKI Jakarta yang luas. Di sisi lain, cakupan tes di DKI tetap harus ditingkatkan. Dicky juga berharap berharap agar Pemprov lain bisa menerapkan cakupan tes serupa dengan DKI Jakarta.

“Ini harus ditiru oleh daerah lain yang cakupan testingnya masih jauh lebih rendah dari Jakarta. Secara nasional juga Jakarta memiliki cakupan testing paling tinggi,” tutur Dicky.

“Jadi ada fungsi monitoring evaluasi dengan cara pelonggaran secara bertahap,” kata Dicky. Dicky lebih lanjut menjelaskan masa transisi adalah masa di mana operasional mal atau tempat kerja dibatasi menjadi misalnya setengah hari.

Secara fleksibel pada masa transisi, pemerintah juga bisa membuka atau menutup lagi apabila protokol kesehatan tidak diterapkan atau ditemukan kluster Covid-19 yang baru.

Categories
Tanaman Tanaman Herbal

Apa Saja Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah COVID-19?

Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah COVID-19

Tanaman Herbal – Indonesia memiliki banyak tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat. Empon-empon yang dikenal bisa mencegah virus corona ini terbuat dari beberapa tanaman herbal. Mulai dari Jahe, kunyit hingga sereh.

Istilah empon-empon viral setelah disebutkan oleh guru besar biologi molekuler dari Universitas Airlangga, Chaerul Anwar Nidom mengatakan empon-empon dapat menangkal virus corona.

Tanaman Empon-empon tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tetapi kini meluas hinga ke makanan, minuman serta kosmetik

Berikut beberapa tanaman herbal dan manfaatnya yang bisa mencegah corona :

1. Jahe

tanaman herbal Jahe - Apa Saja Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah COVID-19?

Jahe jadi salah satu rimpang yang memiliki banyak manfaat. Ada dua jenis jahe di Indonesia, jahe putih dan jahe merah. Tanaman jahe merah memiliki manfaat untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Herbal Jahe merah yang sudah diekstrak disebut bisa mencegah dan membunuh bakteri serta virus yang ada di dalam tubuh.

Jahe juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jahe merah juga mengandung antioksidan tinggi yang berfungsi untuk pencegahan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

2. Kunyit

tanaman herbal kunyit - Apa Saja Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah COVID-19?

Herbal yang dapat mencegah covid-19 salah satunya adalah kunyit. Berdasarkan warta penelitian dan pengembangan tanaman industri volume 19 No.2 yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Republik Indonesia (Sekarang Kementerian Pertanian), kunyit dapat bermanfaat sebagai obat tradisional.

Baca juga : Manfaat Baik Ginseng untuk Kecantikan!

Kunyit mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri yang memiliki peran sebagai antioksidan, antitumor dan antikanker. Kunyit juga mengandung anti peradangan dan antioksidan di dalamnya dapat memaksimalkan daya tahan tubuh dari berbagai penyakit, termasuk virus corona.

3. Sereh

tanaman herbal sereh - Apa Saja Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah COVID-19?

Sereh memiliki manfaat salah satunya adalah untuk menurunkan demam. Selain itu, sereh juga bisa mencegah terjadinya flu dan hidung tersumbat. Serai juga diandalkan sebagai antijamur, antibakteri, antiinflamasi, antidepresan hingga antioksidan. Selain itu, serai juga bisa mengatasi depresi, mengontrol tekanan dan dan mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh.

4. Kencur

tanaman herbal kencur - Apa Saja Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah COVID-19?

Tanaman herbal untuk imun salah satunya adalah kencur. Meskipun salah satu manfaatnya untuk mengobati batuk, kencur juga memiliki zat yang sama dengan jahe dan kunyit. Kencur bisa mengatasi batuk berdahak, membuat pernapasan lebih lega dan membantu proses penyembuhan batuk secara optimal.

5. Tanaman Herbal Temulawak

tanaman herbal temulawak - Apa Saja Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah COVID-19?

Tanaman yang sering dikaitkan dengan pencegahan virus corona adalah temulawak. Temulawak mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang dipercaya sebagai sumber dari berbagai penyakit.

Para ilmuwan juga percaya bahwa peradangan merupakan akar dari masalah beberapa penyakit seperti kanker hingga jantung.

Kelima tanaman herbal ini disarankan untuk dikonsumsi setiap hari guna meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi sambil social distancing, kamu juga bisa meracik jamu sederhana dari tanaman herbal tersebut.

Sumber : Detik.com